Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menembus celah gorden jendela ruang makan membiaskan sinar keemasan di atas meja kayu jati yang selama tiga bulan terakhir selalu terasa dingin dan senyap Aroma nasi goreng mentega dan telur mata sapi hangat merayap perlahan ke seluruh penjuru rumah menggantikan bau apak duka yang sempat mengendap begitu lamaDita berdiri di depan kompor membalik dada ayam goreng dengan gerakan cekatan Di sampingnya Arkan duduk menghadap cangkir kopi hitamnya yang masih berasap Matanya me