Cuplikan Chapter ini
Kopi hitam di cangkir porselen Arkan sudah mendingin sejak setengah jam lalu meninggalkan kerak tipis di tepian keramik putih Di ruang tengah yang lengang aroma detergen lemon dan kelembapan sore beradu kaku Dita duduk di ujung sofa jemarinya sibuk menyapu layar ponsel tanpa benar-benar membaca apa pun sementara Ghina merayap di karpet bulu mencoba menumpuk balok-balok kayu yang tak kunjung seimbang Tak ada suara kecuali gesekan kain dan denting halus balok yang jatuh bertumpuk Kesun