Cuplikan Chapter ini
Malam baru saja merangkak naik membawa serta udara dingin yang menusuk tulang di sudut kota lama Di dalam kamar loteng rumah tua Arkan dan Samaira yang berdindingkan kayu tua bercat luntur lampu bohlam kuning berwatt kecil berpijar lemah melemparkan bayangan panjang yang gemetar ke dinding Di sudut ruangan Arman duduk bersila di atas lantai kayu yang berderit setiap kali ia mengubah posisi duduknya Matanya nanar menatap layar laptop yang menampilkan halaman portal universitashalaman t