Cuplikan Chapter ini
Suara ketukan pintu kamar yang diketuk perlahan terdengar begitu ramah jauh berbeda dari kebiasaan rumah ini yang sering kali bergemuruh oleh derap langkah terburu-buru dan tuntutan pekerjaan tanpa henti Di dalam kamar berukuran sedang itu Dita duduk bersila di atas karpet bulu berwarna krem kedua tangannya memeluk sebuah bantal sofa lusuh erat-erat seolah benda itu adalah satu-satunya jangkar yang mampu mencegahnya dari tenggelam dalam lautan kelelahan psikologisDita sayang Boleh Ibu