Cuplikan Chapter ini
Cahaya sore menembus jendela ruang keluarga dengan lembut memantulkan bias keemasan di atas lantai kayu yang mengilap Suasana di dalam rumah Arkan terasa begitu hangat jauh berbeda dari bayang-bayang ketegangan yang sempat melanda beberapa bulan lalu Di atas sofa panjang berwarna abu-abu Arman dan Fajar duduk berdampingan dengan postur yang masih menyiratkan sisa-sisa kecanggungan Keduanya mengenakan pakaian sederhana namun rapi Tatapan mata mereka sesekali menyapu sekeliling ruangan