Cuplikan Chapter ini
Cahaya lampu meja kerja yang berpijar kuning pucat menjadi satu-satunya sumber penerangan di dalam ruangan sempit berukuran tiga kali tiga meter itu Di luar jendela rintik hujan malam jatuh tanpa henti mengetuk kaca dengan irama monoton yang kian menambah pekat suasana muram di dalam rumah Arkan duduk membungkuk di balik meja kerjanya yang dipenuhi tumpukan berkas kantor laporan keuangan yang berantakan serta cangkir kopi dingin yang sejak sore tadi tidak tersentuh Tatapannya kosong t