Cuplikan Chapter ini
Pagi itu udara di dalam rumah besar keluarga Hartono terasa jauh lebih dingin dari biasanya Bukan karena pendingin ruangan di sudut ruang keluarga disetel pada suhu terendah melainkan karena sisa-sisa badai emosi semalam masih menggantung tebal di setiap sudut ruangan Tidak ada suara dentingan sendok beradu dengan piring keramik di meja makan Tidak ada sapaan ceria atau candaan ringan yang biasa dilontarkan untuk mencairkan suasana pagiDi ujung meja makan yang panjang Bi Turi berdiri t