Cuplikan Chapter ini
Suasana di dalam rumah besar keluarga Adhikari terasa begitu pekat dan menyesakkan sejak perseteruan hebat beberapa hari lalu Tidak ada lagi gelak tawa yang terdengar di ruang makan bahkan suara dentingan sendok yang beradu dengan piring porselen pun terdengar begituhati-hati seolah-olah setiap penghuni rumah sedang berjalan di atas pecahan kaca yang siap melukai kapan saja Hubungan antara Ayah Ibu dan Ghina terjebak dalam kecanggungan yang abadi mereka saling menghindari tatapan mata