Cuplikan Chapter ini
Langit malam di luar jendela rumah keluarga Wirawan tampak begitu pekat tanpa taburan bintang maupun pantulan cahaya bulan Hujan gerimis yang turun sejak senja kini telah mereda menyisakan tetesan air yang jatuh secara monoton dari ujung genting menciptakan ketukan pelan yang justru mempertegas kesunyian di dalam rumah Suasana di dalam bangunan minimalis dua lantai itu terasa sangat berat seolah udara di setiap sudut ruangan telah berubah menjadi timah cair yang menyesakkan dadaBeberap