Cuplikan Chapter ini
Cahaya fajar menyelinap malu-malu melalui celah jendela kayu rumah mungil yang kini dihuni oleh Bara dan Varisha Di luar pesisir Bandar Lampung masih diselimuti kabut tipis yang dingin sementara suara debur ombak terdengar ritmis seolah menjadi detak jantung bagi kehidupan yang baru saja dimulai di desa nelayan ini Di dalam rumah suasana begitu sunyi dan damai Hanya ada aroma samar kopi yang baru diseduh dan wangi kayu cendana yang menenangkan dari sudut ruangan Bara baru saja selesai