Cuplikan Chapter ini
Suara angin malam berembus pelan melewati celah-celah dinding bilik kayu tempat Bara tinggal di pesisir utara Di atas meja kecil di sudut kamarnya sebuah lampu minyak pijar menyala temaram memantulkan bayangan bergerak di dinding yang dipenuhi poster kayu hasil karya tangannya sendiri Sudah hampir dua bulan Bara menetap di desa nelayan itu bekerja siang dan malam di galangan kapal milik Pak Abidin demi mencari makna hidup yang sesungguhnyaNamun di balik kesibukan fisik dan kerja keras