Cuplikan Chapter ini
Matahari baru saja menyembulkan bias jingga di balik punggung bukit ketika suara ketukan bertalu-talu pada bilah pintu kayu memecah keheningan pagi Bara terbangun seketika Seluruh persendian di tubuhnya menjerit linu imbas dari pekerjaan berat membalikkan tanah ladang sepanjang hari kemarin Dengan meringis pelan ia bangkit dari kasur tipisnya merenggangkan otot-otot yang kaku lalu menggeser selarak pintuDi ambang pintu Mang Karta sudah berdiri tegak dengan topi jerami lusuh dan parut