Cuplikan Chapter ini
Dusun Gambir pagi ini diselimuti kabut tipis yang merayap di antara batang-batang pohon mahoni menciptakan suasana hening yang magis Pukul lima tepat suara adzan subuh melengking syahdu membelah kebisuan fajar dan memanggil penduduk untuk menghadap Sang Pencipta Di teras rumah kayu yang sederhana Varisha berdiri sambil merapatkan kain mukena yang menutupi tubuhnya Udara dingin pegunungan menusuk tulang namun hatinya justru terasa hangat oleh ketenangan yang sulit dijelaskanDi kejauha