Cuplikan Chapter ini
Bau debu jalanan bercampur asap knalpot bus kota menampar wajah Bara begitu ia melangkah turun dari angkutan umum yang membawanya jauh dari pusat kemewahan ibu kota Jas mahalnya telah lama ia tanggalkan diganti dengan kaos oblong katun hitam polos dan celana jins belel yang terasa kasar di kulit Tidak ada lagi gedung pencakar langit berlapis kaca tidak ada lagi ruang rapat ber-AC sentral dengan meja marmer hitam dan yang paling penting tidak ada lagi bayang-bayang kekuasaan Tanuwidjaja