Cuplikan Chapter ini
Kabut tipis sisa hujan semalam masih menggantung rendah di pucuk-pucuk pohon mahoni menyelimuti Dusun Gambir dalam nuansa biru keabuan yang hening Pukul lima pagi Di kejauhan suara adzan subuh dari masjid kecil di pusat dusun bersahutan dengan kicauan burung hutan yang mulai bangun Udara pagi itu terasa dingin namun bagi Bara kesejukan tersebut adalah pengingat akan kesucian fajar yang selalu ia syukuriBara melangkah keluar dari gubuknya menyampirkan sarung di pundak dan menenteng pe