Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Desa Cibalik tidak pernah datang dengan tergesa-gesa Sinar keemasannya merayap pelan menembus lapisan kabut tebal yang menggantung di pucuk-pucuk bukit menciptakan gradasi warna putih susu dan hijau tua yang menenangkan jiwa Udara subuh masih menyisakan dingin yang menggigit kulit membuat setiap embusan napas mengepulkan uap tipis di udara Di teras depan pondok kayu kecilnya Bara duduk bersila di atas balai-balai bambu yang reot Ia mengenakan jaket rajut tebal berbulu