Cuplikan Chapter ini
Kabut pagi di Dusun Gambir tidak pernah benar-benar hilang ia hanya bergeser menyelimuti pepohonan mahoni tua sebelum turun membasahi permukaan dedaunan gambir yang lebar Pukul lima lebih lima belas menit Udara pegunungan yang dingin menusuk hingga ke tulang namun bagi Bara aroma tanah basah dan sisa pembakaran kayu dari tungku pengolahan adalah wewangian paling menenangkan yang pernah ia hirupBara berdiri di ambang pintu gubuk kayunya menyesap kopi hitam tanpa gula dari cangkir batok