Cuplikan Chapter ini
Sore hari di ruang tamu rumah Pak Abidin terasa begitu pengap seolah oksigen di dalam ruangan mendadak menyusut akibat ketegangan yang pekat Jam dinding antik berbandul kayu menunjuk tepat pukul tiga lewat empat puluh lima menit sore Sinar matahari keemasan menjelang senja menembus tirai jendela putih transparan menyinari lantai keramik bersih yang kini menjadi tempat berpijaknya dua dunia yang sangat berbeda Di sofa utama berlapis kulit sintetis cokelat Pak Abidin duduk tegak dengan wa