Cuplikan Chapter ini
Angin malam Lembah Selatan berembus kencang membawa aroma tanah basah dan getah tumbuhan yang khas Di teras rumah panggung kayu berukuran sedang yang dikelilingi rimbunnya pohon buah Bara duduk termenung di atas kursi bambu Suara gesekan daun gambir yang diterpa angin terdengar seperti bisikan-bisikan misterius dari masa lalu Tangannya memegang segelas teh tawar panas yang mengepulkan uap tipis sementara matanya menatap lurus ke arah kegelapan pekat di luar batas halamanIa baru saja me