Cuplikan Chapter ini
Sejak pertemuan singkat yang canggung namun sarat tekanan di depan gedung olahraga tempo hari ada sesuatu yang terus berdenyut gelisah di dalam dada Alex Sebuah perasaan yang tak mau diam menyerupai ketukan yang tak kunjung berhenti pada dinding nuraninyaDoni sama sekali tidak meledak dalam amarahIa tidak mengutuk dengan kata-kata kasar yang menghinaIa bahkan tidak melontarkan tantangan fisik untuk menyelesaikan sengketa ini di atas matrasJustru ketenangan itulah yang membuat Alex mera