Cuplikan Chapter ini
Pagi di lingkungan sekolah Katolik itu selalu dimulai dengan ritme yang nyaris sakral lonceng pertama berbunyi seperti bisikan yang sopan namun tegas memecah kesunyian koridor Anak-anak berbaris dengan seragam putih-biru yang masih licin belum sempat kusut oleh hiruk-pikuk hari dan udara pagi masih menyimpan sisa embun yang seolah enggan pulang ke langit Di tengah halaman patung Bunda Maria berdiri dengan keanggunan yang abadi menatap dunia dengan ketenangan yang tidak pernah tergesa-