Cuplikan Chapter ini
Senja di sekolah itu selalu datang dengan cara yang sama pelan setia dan tanpa banyak tuntutan suara Lonceng kuningan yang biasanya memekakkan telinga telah lama berhenti berdentang menyisakan keheningan yang mulai merayap di setiap sudut koridor Riuh rendah tawa murid-murid telah menguap ke udara Jakarta yang lembap meninggalkan lorong-lorong yang lengang dan ruang-ruang kelas dengan papan tulis yang masih menyisakan debu kapur jejak-jejak ilmu yang baru saja dipindahkanEster berjal