Cuplikan Chapter ini
Sore itu ruang latihan terasa jauh lebih sunyi dari biasanya meskipun suara hantaman samsak dan deru napas para atlet lain masih memenuhi ruangan Bagi Doni bau keringat yang bercampur dengan aroma kanvas matras dan debu yang terangkat oleh langkah kaki selalu menjadi rumah kedua Di sini segala sesuatu sangat jelas siapa lawan siapa kawan kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan Hidup di atas matras adalah hidup yang penuh kepastianIa memulai pemanasan dengan hitungan yang sa