Cuplikan Chapter ini
Pagi di kantor cabang bank itu berjalan dengan ritme yang terlalu biasa sebuah kontras yang menyakitkan bagi kekacauan yang sedang terjadi di dalam dada Alex Pintu kaca otomatis terbuka dengan desis halus yang familiar Satpam di depan menyapa dengan ramah tamah yang terjaga Mesin absensi biometrik berbunyi pendek mencatat kehadirannya sebagai angka dalam sistemNamun bagi Alex setiap langkah menuju mejanya terasa berkali-kali lipat lebih berat dari biasanya Seolah-olah oksigen di dalam