Cuplikan Chapter ini
Hari itu operasional bank berjalan dengan ritme yang sangat mekanis persis seperti hari-hari sebelumnyaMesin hitung uang terus berdengung di balik meja teller menciptakan latar suara yang konstan Suara merdu mesin nomor antrean berbunyi teratur memanggil satu demi satu nasabah yang datang dengan wajah tergesa-gesa dan pergi dengan ekspresi yang beragam beberapa lega karena urusannya tuntas beberapa tampak kecewa karena terkendala prosedur Maria berdiri di posisinya dengan sikap yang