Cuplikan Chapter ini
Pagi di gedung sekolah itu tidak pernah benar-benar mengenal kata sunyi yang mutlakBahkan sebelum lonceng kuningan pertama dibunyikan suara-suara langkah kaki kecil sudah lebih dulu memenuhi lorong-lorong yang berbau sabun pel murahan dan debu kapur Bunyi sepatu yang sedikit kebesaran beradu dengan lantai semen tas punggung yang menggantung rendah hingga ke pinggang dan tawa yang pecah begitu saja tanpa alasan yang dianggap penting oleh dunia orang dewasa Dinding-dinding sekolah yang c