Cuplikan Chapter ini
Pagi itu bank kembali bernapas seperti biasanya mengikuti ritme sirkadian sebuah institusi keuangan yang tak pernah tidurPintu kaca besar yang berat itu terbuka tepat waktu membiarkan udara dingin dari sistem pendingin ruangan merangsek keluar sejenak menyambut siapa pun yang masuk Di dalam suara mesin hitung uang berdenting sebuah melodi mekanis yang sudah hafal jalannya sendiri berpadu dengan suara langkah kaki di atas lantai granit yang mengilap Tidak ada yang terlihat berbeda dar