Cuplikan Chapter ini
Malam itu kota Jakarta seolah melambat memberikan jeda bagi napas-napas yang biasanya terengah-engah oleh ambisiLampu-lampu jalan menyala dengan pendar kuning pucat yang temaram memantulkan bayangan panjang di atas trotoar yang masih menyimpan sisa panas matahari siang Angin berembus dengan frekuensi yang rendah tidak cukup kuat untuk membuat seseorang menggigil namun cukup untuk membuat langkah kaki terasa sedikit lebih ringan dari beban harianAlex dan Maria berjalan berdampingan tan