Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
104 INT - KELAS - PAGI HARI - 2016
CAST: MAYA, VITA, SALSA, SYAKILA, GIA, BU SINDI, EXTRAS (TEMAN-TEMAN KELAS)
Suasana kelas nampak tegang. Maya, Vita, Gia, Syakila dan Salsa berdiri di kelas.
Gia
Temen-temen, kami semua mewakili manusia-manusia yang memiliki hati nurani ingin berbicara mengenai sebuah kebenaran!
Gia berbicara dengan nada penuh penekanan
Maya
Benar, seperti yang kita tahu bahwa di sini, (beat) ada salah satu temna kita yang dimaki-maki hanya karena dia tidak memiliki teman dan banyak yang beranggapan bahwa dia pelit!
Maya menatap tajam ke arah sekitar
Vita
Padahal sebenernya dia baik! Kalian semua, (beat) apa kalian tidak ada yang tau balas Budi?!
Vita berteriak dan hal itu menggema di kelas. Bu Sindi yang mendengar Vita angkat bicara.
Bu Sindi
Vita, kenapa kamu berteriak?
Bu Sindi berdiri dengan wajah ragu
Vita
Saya hanya ingin menyampaikan kebenaran Bu. Bahwa sebenarnya, murid yang Ibu maksud pelit itu. Dia sebenarnya tidak pelit, (beat) dia hanya dimanfaatkan oleh teman-teman kami di sini! Kami punya buktinya!
Vita mengode Salsa dengan jari telunjuknya. Salsa mengangguk.
Salsa
Tepat di hari Sabtu. Saat itu, saya, Dewi dan teman-teman lain harusnya mengerjakan tugas kelompok. (beat) Namun, di sana Renjana malah disuruh mereka untuk mengajari mereka soal remidial. Dan totalnya ada 30 soal.
Salsa berhenti sejenak, dia mengambil nafas. Teman-teman yang ada di sana nampak diam dan ketakutan, beberapa menundukkan kepala.
Salsa
Dan setelah Renjana selesai mengajari mereka. Renjana juga yang akhirnya mengerjakan tugas kelompok itu sendirian. Ini adalah hasil rekaman suara pada saat itu Bu! Kebetulan, (beat) waktu itu saya adalah bagian dari kelompok Renjana
Salsa membukakan rekamannya dan Bu Sindi mendengarkannya lewat headshet milik Salsa. Bu Sindi yang mendengarnya merasa geram. Dan dia melotot kepada teman-teman kelas Salsa. Setelah mendengarnya, beliau melepasnya.
Syakila
Bukan hanya itu saja Bu, (beat) saya pun juga salah satu bukti. Saya pernah diancam oleh Rena, jika saya bersikap baik kepada Renjana. Maka Ayah saya akan dipecat hanya karena dia ikut kerja bersama kedua orang tuanya
Syakila menjelaskan panjang kali lebar.
Maya
Dan ini adalah salah satu bukti yang kuat, kalo Renjana hanya dimanfaatkan. Waktu itu, kami memiliki pr. (beat) Dan ada salah satu teman kami meminjam paksa buku Renjana dan memotret jawabannya. Lalu dia seenaknya membagi jawaban ke anak-anak kelas kami!
Maya melirik ke arah Lia. Lia yang merasa dilihat merinding. Namun, dia tak mau kalah.
Lia
Mana buktinya Maya? Kamu jangan asal ngomong!
Lia berteriak marah. Maya menyeringai tajam ke arahnya.
Maya
Buktinya adalah kamu Lia! Iya kan?! Ayo ngaku?!
Maya berkata tegas.
Lia
Hah? Ga ada buktinya kan? Wah Lo parah! Suka ngada-ngada!
Lia memberontak.
Gia
Lia! Kalo Sampek terjadi apa-apa sama Renjana sekarang! Gue ga bakalan maafin Lo! (beat) Dan bukan hanya Lo! Semua orang di sini ga bakalan Gue maafin!
Gia mengepalkan tangannya dan melotot ke arah Lia
Bu Sindi
Cukup Gia! Duduk kamu!
Bu Sindi memarahi Gia
Vita
Bagaiman kami bisa tenang?! (beat) Bu Sindi masih inget kan? Tangan Renjana waktu itu diperban?! Itu adalah salah satu contoh kalo dia nyakitin dirinya sendiri Bu! Dia depresi gara-gara sikap temen-temen Bu!
Vita menitikkan air matanya dan melihat ke arah Bu Sindi lalu kepada teman-teman kelasnya
Maya
Dan hari ini! Renjana ngga masuk kan?! Kalian ngga mikir sama sekali kenapa dia ngga masuk?! Dia depresi gara-gara kalian semua! Puas kalian ha?!
Maya menunjuk dan menyalahkan teman-temannya
Syakila
Bu Sindi, hari ini Renjana ngga masuk karena dia berniat mengakhiri hidupnya Bu! Kalo Sampek terjadi apa-apa sama dia. (beat) Kita yang bakal menyesal seumur hidup Bu
Syakila menjelaskan kepada Bu Sindi. Bu Sindi yang mendengarnya terkejut dan menitikkan air matanya. Teman-teman kelas Renjana pun menitikkan air matanya.
Teman 1 (L/16 thn)
Kita harus minta maaf sama Renjana temen-temen. Kita udah keterlaluan sama dia
Teman 1 menitikkan air mata. Teman-teman yang lainnya mengarahkan pandangannya kepada Teman 1.
Gia
Ga bisa! Devan udah bilang ke Gue! Gue ga boleh telfon dia sebelum dia telfon Gue! Dan sekarang!
Gia membuka hpnya dan melihat bahwa terdapat telfon masuk dari wa sebanyak 13 kali tak terjawab. Gia pun panik. Dia cepat-cepat menelpon Devan.
SOUND EFFECT: Telfon berdering
Gia
Dev.. Dev.. Renjana gimana? Dia gapapa kan? Dia baik-baik aja kan?
Gia menggigit jarinya
Devan (OS)
Dia aman sekarang! Dan oh ya, mgomong-ngomong kalo Lo sama yang lain nanyain Rena. Orangnya di sini, mereka udah baikan sekarang. Jadi, ga perlu khawatir lagi
Gia tersenyum dan tertawa riang. Dan teman-teman yang lainnya pun ikut senang. Mereka menghapus air matanya.
Gia
Yey.. makasi banyak Dev atas bantuannya, btw maaf ya kalo Gue baru bisa telfon Lo sekarang. Salam buat dia sama si brengsek itu!
Gia menutup telfonnya. Maya, Vita, Syakila dan Salsa merasa senang.
Teman 2 (P/16 thn)
Gia, makasih banyak udah nyadarin kita kalo selama ini kita berbuat salah sama Renjana
Gia mengangguk.
Salsa
Baiklah, mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan. Kami hanya mengatakan kebenaran dan kami menginginkan keadilan untuk teman kami. Dan untuk kalian!
Salsa menatap tajam kepada teman-teman kelasnya
Salsa
Kalo kalian punya hati nurani dan merasa bersalah (beat) kalian bisa minta maaf sama dia! Sebagai manusia, kita harusnya berani mengakui kesalahan kan?
Salsa menyeringai tajam. Ia sedikit melirik ke arah Bu Sindi.
DISSOLVE TO
105. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016
CAST: RENJANA, MAYA, VITA, GIA, SYAKILA, SALSA, RENA, EXTRAS (YOGA dan TEMAN-TEMAN)
SUB TITLE: Keesokan harinya
Renjana berdiri di kelas disambut oleh teman-temannya. Sudah ada Maya, Vita, Gia, Salsa dan Syakila.
Gia
Syakila.... Aaa.
Gia memeluk Renjana diikuti yang lainnya. Setelah itu, Renjana melepaskan pelukannya.
Renjana
Aku rindu kalian semua
Renjana tersenyum dan memeluk mereka kembali. Setelah itu, ia melepaskannya dan berdiri di hadapan Syakila.
Syakila
Renjana Gue...
Syakila berkata ragu namun Renjana mengarahkan jari telunjuknya di bibir Syakila.
Renjana
Rena udah cerita semuanya ke Gue. Jadi, ga perlu dibahas lagi
Syakila menitikkan air mata dan tersenyum kepadanya.
Syakila
Makasih buat semuanya, maafin sikap Gue
Syakila tersenyum dan memeluknya. Renjana pun balas memeluknya. Mereka semua masuk ke kelas. Renjana duduk satu deret dengan Vita, Gia, Maya, Syakila dan Salsa. Teman-teman yang lainnya pun berdiri di hadapan Renjana.
Yoga
Renjana, Gue mau ngomong sesuatu.
Yoga dan teman-teman lainnya menundukkan kepala.
Renjana
Mau ngomong apa?
Renjana tersenyum
Yoga
Maafin sikap kita yang selama ini bully kamu ya. Maafin aku karena suka ngatain kamu pelit, ngga punya temen dan hal buruk lainnya
Yoga menunduk. Renjana tersenyum
Renjana
Iya, tenang aja. Udah dimaafin
Yoga dan yang lainnya tersenyum. Mereka tersenyum bersama
FADE OUT
Muncul layar hitam dengan sebuah TEXT:
"Bullying adalah sesuatu yang harus dihindari. Dan salah satu jalan menghindarinya adalah dengan menjaga lisan kita. karena meski ia ringan, namun dia bisa merenggut nyawa seseorang. Dan jangan hanya menyimpulkan sesuatu hanya karena suara mayoritas."
-Rohma Asti N.Z, 13 Maret 2021-
THE END