Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
79. INT - KAMAR RENJANA - MALAM HARI - 2016
CAST: RENJANA, RENA, RAHMA
Renjana merebahkan diri di kasurnya. Ia memandang hasil gambaran yang dia buat. Renjana beralih ke atap kamar. Rena duduk di samping Renjana sambil menatapnya dengan senyum mengejek.
Rena
Halo boneka besar
Rena melambaikan tangannya dan menatap tajam ke arah Renjana. Renjana kaget dan terbangun. Tangannya gemetar dan ia menutup mulutnya.
Renjana
Ren... Ren... kenapa Lo bisa ada di sini?
Renjana terbata-bata mengatakannya
Rena
Kenapa? Lo takut kalo Gue bully lagi?
Rena tersenyum licik dan berusaha mengelus pipi Renjana, namun Renjana menepisnya dengan tangannya.
Renjana
Rena Gue mohon, keluar dari kamar Gue plis
Renjana turun dari kasurnya dan memohon sambil menangis ketakutan
Rena
Lo nyuruh Gue? Berani Lo ya sekarang (beat) Dasar, orang yang ngga punya temen kaya Lo itu ga pantes sekolah di sini ahaha.....
Rena mengejek Renjana dan mendekati Renjana. Ia berdiri di hadapan gadis itu. Detik selanjutnya, ia berpindah tempat dan menutup kedua mata Renjana sambil menyeringai tajam.
CU: Rena menggenggam tangan Renjana sembari menangis. Nafasnya tak teratur
Renjana
Pergi!!!
Renjana melepas kedua tanagannya dari Rena dan memukulnya. Ia menendang kaki gadis itu dengan kedua kakinya. Ia memegang kaki Rena dan menyeretnya sampai gadis itu keluar. Namun Rena hanya tertawa mengerikan dan menatap Renjana tajam dengan wajahnya yang mengerikan.
SOUND EFFECT: Brak!! (Renjana menutup pintu dengan keras)
Renjana menutup pintu dengan keras. Ia menangis sesenggukan di balik pintu sambil menutup kedua telinga dengan tangannya. Kemudian menjerit dan menangis hingga Ibunya mendengarnya. Rahma yang mendengar Renjana menjerit langsung menghampiri anaknya.
Rahma
Renjana, buka pintunya Nak
Rahma menggedor pintu. Renjana yang mendengar Ibunya langsung menghapus air matanya. Ia berdiri dengan wajah datar. Ia memasang senyum paksa dan membuka pintunya.
Renjana
Mama, ada apa Ma?
Renjana tersenyum dengan tatapan kosong
Rahma
Ka... kamu tadi njerit Nak, ada apa?
Rahma mengelus kepala anaknya
Renjana
Mama ada-ada aja, udah deh. Renjana mau tidur
Renjana menutup pintu kamarnya
Rahma
Ta... tapi Renjana, Ma.. Mama
Rahma kembali mencoba membuka pintu. Namun Renjana segera menutup dan mengunci pintu kamarnya. Kemudian ia segera tidur di kasurnya.
CUT TO
80. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016
CAST: RENJANA, DEWI, SALSA, RENA, EXTRAS (TEMAN KELAS RENJANA)
SUB TITLE: SENIN PAGI
Renjana duduk di kelasnya. Ia meletakkan poster yang telah ia gulung di bawah kursinya. Seluruh pandangan mengaah ke Renjana. Ada yang memandang sinis dan ada yang mulai membicarakannya. Dewi yang melihat Renjana menghampiri Renjana.
Dewi
Renjana, Gue mau tanya soal kerja kelompok kita ni. Hari ini kan dikumpulin? Terus gimana dong
Dewi menatap cemas ke arah Renjana. Renjana mengambil nafas dan membaungnya kasar.
Renjana
Udah Gue kerjain
Renjana menjawab dengan wajah datar
Dewi
Ha? Beneran Renjana?
Dewi memandang Renjana dengan wajah melas. Renjana hanya tersenyum dan mengangguk.
Dewi
He, maaf lo, (beat) Gue ga bantuin apa-apa. Maaf ya Renjana
Dewi tersenyum sambil menggenggam kedua tangan Renjana. Renjana tersenyum tipis dan Dewi langsung pergi dari hadapannya.
VO RENJANA: Kamu emang keterlaluan
Renjana tersenyum tipis ke arah Dewi. Melihat kejadian itu, Salsa yang berdiri di hadapan kelas langsung mendekati Dewi.
Salsa
Wi, Lo tadi ngapain? Eh btw, tugas kelompok kita gimana?
Salsa tersenyum sambil menatap wajah Dewi
Dewi
Udah beres, tenang aja. Renjana yang ngerjain. Tadi Gue juga udah minta maaf ke Renjana biar dia ga marah gitu lo, Lo juga gih. Mayan lo, kita ga ngerjain tapi ikut dapet nilai, ya ga?
Dewi tertawa pelan. Salsa yang mendengar jawaban itu melongo tak percaya
Salsa
Serius Lo? Tugas kita udah selesai?
Salsa menepuk jidatnya
Dewi
Iya nih, Lo cepetan minta maaf gih, beruntung banget ya kita Sal. Bisa sekelompok sama Renjana
Dewi tersenyum riang namun dengan suara lirih. Salsa hanya tersenyum dan mengangguk. Ia pergi ke arah Renjana dan melakukan hal yang sama. Rena pun tak sengaja melihat hal itu dari jauh. Lalu ia menghampiri Salsa dan Renjana.
Rena
Widiii.... tugas kelompok Lo udah selesai Sal?
Rena berkomentar dengan senyum mengejek
Salsa
Iya udah, kenapa?
Salsa memutar bola mata dengan malas kemudian melihat Rena
Rena
Siapa yang nggambar Sal?
Rena menyeringai sambil sesekali melirik ke arah Renjana
Salsa
Renjana yang gambar
Salsa menunjukkan wajah datarnya
Rena
Oh, pasti bagus ya? Coba dong liat
Ucapan Rena membuat teman kelas Renjana melihat ke arah mereka bertiga
Salsa
Nanti aja kan bisa, nanti kan, (beat) gambarnya juga dipajang di kelas, (beat) jadi Lo ga perlu khawatir, gambarnya ngga bakal ilang kok
Salsa tersenyum dan meninggalkan Rena. Teman sekelas Renjana yang melihat kejadian itu tertawa lirih termasuk Renjana yang tertawa dan menutupi mulutnya.
Rena
Yaudah si, gitu aja kok sensi
Rena mengerutkan dahinya karena kesal sambil menyilangkan kedua tanagnnya di depan dadanya
Salsa
Gue tau Lo kepo, Gue udah kenal Lo sejak SMP. Jadi, (beat) Gue udah tau Lo bakal ngelakuin hal yang sama
Salsa menyeringai dan menatap Rena tajam
Rena
Dih, apaan si. Perasaan Lo aja kali Sal, Gue cuman tanya doang kok
Rena tersenyum tipis dan melirik teman-teman kelas yang menertawainya. Teman-teman Renjana langsung berhenti menertawai Rena.
Salsa
Yaudahlah serah
Salsa berjalan ke tempat duduknya. Sebelum itu, dirinya tersenyum manis ke arah Renjana. Rena yang melihat itu langsung kembali ke tempat duduknya dengan wajah cemberut.
FADE OUT
81. EXT - TAMAN - PAGI HARI - 2016
CAST: MAYA, VITA, GIA, DEVAN, SYAKILA
Devan duduk di bangku panjang taman bersama dengan Maya, Vita dan Gia. Mereka mengobrol tentang seseorang.
Devan
Jadi, gimana? Kalian udah ada bukti belum? Biar kita bisa bertindak
Devan menatap Maya, Vita dan Gia dengan mengernyitkan matanya. Maya, Vita dan Gia mencuri pandangan dengan tatapan tajam.
Maya
Kita udah dapet Dev, barusan kita juga dapet bukti baru soal dia Dev
Maya tersenyum bangga. Gia dan Vita menyeringai ke Devan dan Maya
Gia
Tenang aja, dia bakalan tau rasa Dev, Lo tenang aja
Gia tersenyum dan menyeringai tajam sama dengan Vita
Devan
Oh ya? Bukti baru apa? Dari siapa?
Devan mengerutkan dahinya. Gia tersenyum simpul dan melirik ke sebelah kanan Devan yang berada di hadapannya. Devan pun melihat ke sebelah kanannya.
Devan
Sya... Syakila
Devan terkejut melihat Syakila. Syakila yang daritadi menunduk menegakkan kepalanya
Syakila
Ha.. Hai, Gue... Gue
Syakila melambaikan tangan ke arah mereka dan menatap Devan ragu. Devan memperhatikan Syakila tanpa mengedipkan mata
Maya
Hey, udah dong lihatnya. (beat) Kalo kamu liatnya kaya gitu, kamu kaya suka ke dia
Maya tersenyum dan membungkam mulutnya. Sedangkan Gia hanya tersenyum simpul dan mencuri pandang ke arah Devan dan Syakila. Devan kembali sadar dan menundukkan kepala.
Devan
tunggu dulu, gimana sama bokap Lo Syakila?
Devan berjalan dan berbicara dengan wajah cemas di hadapan Syakila
Gia
Lo ga usah khawatir, bokap Syakila udah keluar dari rumah Rena dan sekarang (beat) Bokap Syakila bantuin nyokap Gue buat delivery catering makanan di restoran keluarga Gue
Gia tersenyum ke arah Syakila. Syakila tersenyum dan kembali menatap Devan
Devan
Hah? Lo... Lo tau masalah Syakila?
Devan mengernyitkan kedua matanya
Gia
Udahlah, itu ga penting sekarang. Yang penting, Syakila sekarang ga harus pura-pura jadi orang jahat lagi. Kasian dia, lelah pasti. Ya ga?
Syakila tersenyum kecil. Devan tersenyum kepada Syakila sedangkan Syakila tersenyum ke Devan. Kedua mata mereka bertemu
Vita
Udah deh, acara romance nya udah berakhir. Sini, Gue punya rencana
Vita berdiri diantara Devan dan Syakila. Devan dan Syakila yang sadar langsung mendekat ke arah Vita diikuti yang lainnya.
DISSOLVE TO