Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
SEMAPENG (SKRIP)
Suka
Favorit
Bagikan
8. 3. A. SEMAPENG

40. INT - LOTENG - SIANG HARI - 2016

CAST: RENJANA, DEVAN

Renjana dan Devan duduk dan saling mengobrol di loteng

Renjana

Dev, Gue boleh tanya?

Renjana melihat Devan dan menangus pelan

Devan

Tanya apa?

Devan melihat Renjana

Renjana

Kenapa setiap kali Gue berbuat baik, banyak orang yang malah manfaatin Gue. Gue capek Dev

Renjana menitikkan air matanya, tatapan matanya kosong

Devan

Renjana, itulah manusia. Di dalam hidup, manusia punya 3 topeng. Topeng pertama itu digunakan manusia dalam pergaulan kepada masyarakat umum. Biasanya, mereka bakalan keliatan baik, ramah tamah

Devan tersenyum. Renjana mengamati Devan

Devan

Topeng kedua, diperlihatkan kepada temen dekat dan keluarga. Biasanya si, mereka bakalan nunjukin sikap aslinya karena mereka udah nyaman. Dan orang di sekitar mereka juga bisa Nerima mereka

Devan berhenti sejenak. Ia mengambil nafas dan menunjukkan raut wajah cemas ke arah Renjana

Devan

Dan yang ke tiga, topeng ini berlaku untuk diri kita sendiri Renjana. Ga akan ada yang tau soal diri kita yang sebenarnya selain diri kita. Dan hal ini juga menjadi masalah pentingnya, Renjana

Devan melihat raut wajah cemas Renjana

Renjana

Karena hal itu bisa membuat kita salah paham terhadap apa yang kita liat kan? Terkadang apa yang kita lihat baik, ternyata lebih buruk dari yang kita duga

Renjana menitikkan air matanya. Devan menunduk lesu

Renjana

Dan Gue.. Gue udah paham sama kalimat itu Devan

Renjana muali menangis. Ia menekuk lutut dan menyembunyikan wajahnya

VO DEVAN: tenang aja Renjana, Gue bakal berusaha biar Lo ga kenapa-kenapa

MONTAGE: Devan dibully 3 temannya. Dia ditendang dan dipukul. Devan menangis

CUT BACK TO

Devan melihat Renjana

Devan

Yah, tapi itulah manusia Renjana. Aku biasa menyebut mereka sebagai semapeng

Devan menatap tajam ke arah Renjana

Renjana

Semapeng?

Renjana bertanya ragu

Devan

Se-ma-peng. Sekumpulan manusia bertopeng

Devan menatap kedua mata Renjana

FADE OUT

41. INT - KAMAR RENJANA - MALAM HARI - 2016

CAST: RENJANA, RAHMA, AYAH RENJANA

Renjana duduk di kasurnya dan memeluk gulingnya. Ia sedang berfikir

MONTAGE: Devan duduk di loteng bersama Renjana

Devan

Yah, tapi itulah manusia Renjana. Aku biasa menyebut mereka sebagai semapeng. Se-ma-peng, Sekumpulan Manusia Bertopeng

CUT BACK TO

Renjana mengedipkan kedua matanya. Ia memeluk guling itu lebih erat. Ia menangis lirih.

CUT TO

42. INT - Tangga - MALAM HARI - 2016

CAST: RENJANA, RAHMA, AYAH RENJANA

Renjana menuruni anak tangga dan mendengar Ayah dan Ibunya mengobrol di kamar.

Rahma (O.S)

Ayah, bagaimana? Apa kau sudah mendapat pekerjaan?

Ayah Renjana (O.S)

Belum Ma, Mama sama Renjana yang sabar dulu ya

Rahma (O.S)

Ayah, persediaan beras kita menipis, bahan pokok juga menipis semua Yah

Renjana menunduk lesu dan terus berjalan

43. INT - DAPUR - MALAM HARI - 2016

CAST: RENJANA

Renjana mengambil air minum dan duduk di meja sambil meminum air. Sesudahnya, ia membuka kulkas dan melihat sebuah tempe dan sambal terasi.

VO RENJANA: Ayah, aku ingin putus sekolah dan membantu ayah bekerja? Boleh kan?

CUT TO

44. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016

CAST: RENJANA, SYAKILA, LIA, RENA, EXTRAS (TEMAN-TEMAN)

Renjana berjalan ke kursinya dan melihat banyak coretan di mejanya. "Sok pinter", "Pelit", "Rasain, ga punya temen wkwkw".

Lia

Selamat pagi Renjana, gimana? Bagus kan? Karya kita?

Lia menyeringai ke arah Renjana. Renjana membanting mejanya hingga jatuh. Kedua matanya mendelik, tangannya mengepal dan meninju rahang Lia

Renjana

Apa hak Lo buat coret-coret meja Gue!

Renjana menangis dan mengambil sapu. Ia memukul Lia. Lia merintih kesakitan, namun Renjana terus memukul Lia sampai darah segar mengucur dari bibirnya

Rena

Cukup Renjana!

Rena membantu Lia berdiri dan menampar pipi Renjana

Renjana

Kenapa? Kalo kalian berdua bisa ngatain Gue! Gue juga bisa dong berbuat kasar ke kalian Hahaha

Renjana menangis dan tertawa seperti orang gila. Ia mengambil kursi dan hampir saja membanting kursi itu ke arah Lia dan Rena

Syakila

Cukup Renjana

Syakila menahan kursi itu hingga jatuh oleng ke samping. Renjana jatuh dan menangis

Lia

Ayo pergi dari sini

Lia, Rena dan Syakila ke luar dari kelas. Syakila diam-diam memperhatikan Renjana dengan wajah cemas

Dari kejauhan, teman-teman Renjana melihat Renjana. Mereka masuk ke kelas dengan wajah ketakutan. Renjana yang melihat teman-temannya berhenti menangis. Ia berdiri dan dengan wajah datar berjalan ke tempat duduknya

CUT TO

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)