Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
40. INT - LOTENG - SIANG HARI - 2016
CAST: RENJANA, DEVAN
Renjana dan Devan duduk dan saling mengobrol di loteng
Renjana
Dev, Gue boleh tanya?
Renjana melihat Devan dan menangus pelan
Devan
Tanya apa?
Devan melihat Renjana
Renjana
Kenapa setiap kali Gue berbuat baik, banyak orang yang malah manfaatin Gue. Gue capek Dev
Renjana menitikkan air matanya, tatapan matanya kosong
Devan
Renjana, itulah manusia. Di dalam hidup, manusia punya 3 topeng. Topeng pertama itu digunakan manusia dalam pergaulan kepada masyarakat umum. Biasanya, mereka bakalan keliatan baik, ramah tamah
Devan tersenyum. Renjana mengamati Devan
Devan
Topeng kedua, diperlihatkan kepada temen dekat dan keluarga. Biasanya si, mereka bakalan nunjukin sikap aslinya karena mereka udah nyaman. Dan orang di sekitar mereka juga bisa Nerima mereka
Devan berhenti sejenak. Ia mengambil nafas dan menunjukkan raut wajah cemas ke arah Renjana
Devan
Dan yang ke tiga, topeng ini berlaku untuk diri kita sendiri Renjana. Ga akan ada yang tau soal diri kita yang sebenarnya selain diri kita. Dan hal ini juga menjadi masalah pentingnya, Renjana
Devan melihat raut wajah cemas Renjana
Renjana
Karena hal itu bisa membuat kita salah paham terhadap apa yang kita liat kan? Terkadang apa yang kita lihat baik, ternyata lebih buruk dari yang kita duga
Renjana menitikkan air matanya. Devan menunduk lesu
Renjana
Dan Gue.. Gue udah paham sama kalimat itu Devan
Renjana muali menangis. Ia menekuk lutut dan menyembunyikan wajahnya
VO DEVAN: tenang aja Renjana, Gue bakal berusaha biar Lo ga kenapa-kenapa
MONTAGE: Devan dibully 3 temannya. Dia ditendang dan dipukul. Devan menangis
CUT BACK TO
Devan melihat Renjana
Devan
Yah, tapi itulah manusia Renjana. Aku biasa menyebut mereka sebagai semapeng
Devan menatap tajam ke arah Renjana
Renjana
Semapeng?
Renjana bertanya ragu
Devan
Se-ma-peng. Sekumpulan manusia bertopeng
Devan menatap kedua mata Renjana
FADE OUT
41. INT - KAMAR RENJANA - MALAM HARI - 2016
CAST: RENJANA, RAHMA, AYAH RENJANA
Renjana duduk di kasurnya dan memeluk gulingnya. Ia sedang berfikir
MONTAGE: Devan duduk di loteng bersama Renjana
Devan
Yah, tapi itulah manusia Renjana. Aku biasa menyebut mereka sebagai semapeng. Se-ma-peng, Sekumpulan Manusia Bertopeng
CUT BACK TO
Renjana mengedipkan kedua matanya. Ia memeluk guling itu lebih erat. Ia menangis lirih.
CUT TO
42. INT - Tangga - MALAM HARI - 2016
CAST: RENJANA, RAHMA, AYAH RENJANA
Renjana menuruni anak tangga dan mendengar Ayah dan Ibunya mengobrol di kamar.
Rahma (O.S)
Ayah, bagaimana? Apa kau sudah mendapat pekerjaan?
Ayah Renjana (O.S)
Belum Ma, Mama sama Renjana yang sabar dulu ya
Rahma (O.S)
Ayah, persediaan beras kita menipis, bahan pokok juga menipis semua Yah
Renjana menunduk lesu dan terus berjalan
43. INT - DAPUR - MALAM HARI - 2016
CAST: RENJANA
Renjana mengambil air minum dan duduk di meja sambil meminum air. Sesudahnya, ia membuka kulkas dan melihat sebuah tempe dan sambal terasi.
VO RENJANA: Ayah, aku ingin putus sekolah dan membantu ayah bekerja? Boleh kan?
CUT TO
44. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016
CAST: RENJANA, SYAKILA, LIA, RENA, EXTRAS (TEMAN-TEMAN)
Renjana berjalan ke kursinya dan melihat banyak coretan di mejanya. "Sok pinter", "Pelit", "Rasain, ga punya temen wkwkw".
Lia
Selamat pagi Renjana, gimana? Bagus kan? Karya kita?
Lia menyeringai ke arah Renjana. Renjana membanting mejanya hingga jatuh. Kedua matanya mendelik, tangannya mengepal dan meninju rahang Lia
Renjana
Apa hak Lo buat coret-coret meja Gue!
Renjana menangis dan mengambil sapu. Ia memukul Lia. Lia merintih kesakitan, namun Renjana terus memukul Lia sampai darah segar mengucur dari bibirnya
Rena
Cukup Renjana!
Rena membantu Lia berdiri dan menampar pipi Renjana
Renjana
Kenapa? Kalo kalian berdua bisa ngatain Gue! Gue juga bisa dong berbuat kasar ke kalian Hahaha
Renjana menangis dan tertawa seperti orang gila. Ia mengambil kursi dan hampir saja membanting kursi itu ke arah Lia dan Rena
Syakila
Cukup Renjana
Syakila menahan kursi itu hingga jatuh oleng ke samping. Renjana jatuh dan menangis
Lia
Ayo pergi dari sini
Lia, Rena dan Syakila ke luar dari kelas. Syakila diam-diam memperhatikan Renjana dengan wajah cemas
Dari kejauhan, teman-teman Renjana melihat Renjana. Mereka masuk ke kelas dengan wajah ketakutan. Renjana yang melihat teman-temannya berhenti menangis. Ia berdiri dan dengan wajah datar berjalan ke tempat duduknya
CUT TO