Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
SEMAPENG (SKRIP)
Suka
Favorit
Bagikan
18. 5. C. Haruskah Aku Bertahan?

82. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016

CAST: RENJANA, RENA, MAYA, VITA, GIA, DEVAN, SYAKILA

Jam istirahat pertama tiba. Renjana memasukkan bukunya di tasnya dan mengeluarkan kotak bekal. Maya, Vita dan Gia yang melihat Renjana dari kejauhan berjalan mendekatinya.

Maya

Hai Renjana

Maya menyapa Renjana sambil tersenyum. Gia dan Vita pun ikut tersenyum di samping Maya. Renjana menatap wajah mereka datar.

Vita

Mau ikut makan sama kita ngga?

Vita tersenyum riang

Renjana

Kalo niatnya mau mbully Gue mendingan ngga usah. Dah, kalian makan aja. Gue mau keluar

Renjana mendobrak mejanya dan berdiri sambil menatap wajah mereka semua dengan tajam. Ia menggenggam kotak bekal. Setelah menatap mereka, Renjana beranjak keluar kelas. Namun Gia memegang lengan Renjana.

Gia

Lo mau ketemu Devan? Btw, (beat) dia bakalan makan di sini bareng kita. Gue kenal kok sama Devan, dia temen Gue dari sd.

Gia tersenyum dan Renjana menghentikan langkahnya. Ia menatap ragu ke arah Gia dan akhirnya mengangguk. Dari kejauhan, Devan berdiri di depan kelas dan membawa bekal makanan.

Devan

Halo semuanya, apa kabar?

Devan melambaikan tangan dan tersenyum kepada Vita, Gia dan Maya. Renjana hanya tersenyum

Gia

Widih, tumben datengnya cepet. yaudah yuk maem bareng

Gia tersenyum. Ia mengenggam tangan Renjana dan membawanya ke bagian belakang kelas. Renjana hanya menunduk dan mengikuti Gia. Maya, Vita, Gia, Devan dan Renjana makan bersama. Mereka membentuk lingkaran dan duduk di lantai. Di sela-sela makan. Vita membuka suara.

Vita

Renjana, Gue mau ngomong sesuatu sama Lo. (beat) boleh ga?

Vita tersenyum ragu sambil menatap Renjana

Renjana

Ngomong apa?

Renjana tersenyum sinis. Dia melirik Devan dan teman-teman lainnya

VO RENJANA: Apa kalian njebak Gue? Apa kalian mau mbully Gue lagi? Kalian emang sama aja, busuk

Vita

Kita boleh ga jadi temen Lo? Lo bisa percaya sama kita Renjana

Vita bertanya dengan wajah tersenyum. Gia, Maya dan Devan sama-sama melihat Renjana

Renjana

Teman? Apa itu teman? Gue udah ga percaya sama kata-kata teman. Karena, banyak dari mereka yang berteman, (beat) tapi munafik

Renjana tersenyum sinis dan berhenti mengaduk makanannya.

Gia

Iya, Gue tau Lo pasti udah jenuh sama sikap anak-anak yang kaya gitu. Tapi, ada dari mereka yang berhati baik Renjana. Gue ngerti, kebanyakan orang emang ngga punya hati. Tapi, kita ngerti perasaan Lo Renjana.

Gia menatap wajah Renjana cemas

Maya

Dan satu hal lagi Renjana, di dunia ini pasti akan ada dua hal yang berdampingan. (beat) Baik dan buruk, (beat) keduanya emang bakal kita temuin dalam kehidupan sehari-hari. Dan kita sebagai manusia punya dua pilihan bukan? Dan yah, biarin Gue sama yang lain mengisi hal baik di hidupmu. Bagaimanapun, (beat) kita ini satu kelas.

Maya mengenggam tangan Renjana. Renjana menitikkan air matanya dan memeluk Maya. Ia menangis di pundak Maya. Maya memleluknya kembali diikuti oleh Vita dan Gia. Devan yang melihat itu tersenyum riang.

Renjana

Makasi

Renjana berkata lirih dan melepas pelukannya. Vita menghapus air mata Renjana

Vita

Ih Renjana jangan nangis dong, jelek lo nanti kalo nangis

Vita tersenyum dan tertawa

Gia

Cie, jadi ceritanya Lo ngaku kalo Renjana cantik ya?

Gia menggoda Vita

Vita

Dih, apaan si. Tak jiwit lo

Vita kembali cemberut dan menjiwit Gia

Gia

Ih, apaan si. Dih, sakit tau

Gia cemberut. Semua yang ada di situ tertawa. dari kejauhan, Rena dan Lia diam-diam melihat Renjana dan teman-teman yang lain.

Rena

Oh, jadi gitu. Awas aja mereka

Rena mengintip mereka sinis

Lia

Udah, tenang aja. Lagian, nanti dia pasti kena batunya sendiri kok. Percaya deh, ama Gue. Udah, sekarang kita cari makan aja yuk. Laper ni

Lia menepuk pundak Rena. Rena pun mengangguk. Mereka berdua turun ke bawah dan melewati ruangan musik sekolah. Dan dari sana, Rena menoleh ke ruangan itu karena merasa seperti diawasi oleh seseorang.

Lia

Liat apa si Ren, udah yuk. Gue laper ni

Lia mengerucutkan bibirnya

Rena

Tunggu dulu deh, kayanya ada yang negliatin kita nih Lia

Rena berjalan ke depan ruangan itu. Namun, Lia menarik lengannya ketika Rena sampai di pintu ruangan musik. Ketika mereka meninggalkan ruangan itu, Syakila yang sembunyi di balik pintu menghembuskan nafas lega. Lalu ia keluar dari ruangan itu.

FADE OUT

83. INT - KAMAR - MALAM HARI - 2016

CAST: RENJANA

Renjana duduk di meja sambil menatap keluar jendela. Di hadapannya sudah ada sebuah buku dan pena. Renjana menulis sesuatu di diary.

VO RENJANA: Tuhan, aku tak pernah tau pasti apa yang akan terjadi di kehidupanku selanjutnya. Namun, aku berterimakasih karena Engkau telah menghadirkan teman-teman yang baik di dalam hidupku.

Renjana tersenyum, ia menutup buku dan menatap langit malam melalui jendela.

FADE OUT

84. INT - KAMAR SYAKILA - MALAM HARI - 2016

CAST: SYAKILA

Syakila menatap ke luar jendela kamarnya. Ia memandangi langit malam sambil menitikkan air matanya.

VO SYAKILA: Renjana, kamu orang baik. Dan kamu ga pantes buat disakitin sama mereka. Dan Aku harap, Tuhan ngasi waktu untuk minta maaf sama kamu

Syakila menghembuskan nafasnya pelan-pelan

DISSOLVEV TO

85. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016

CAST: RENJANA, MAYA, VITA, GIA, RENA, EXTRAS (TEMAN KELAS)

Renjana duduk di bangku paling belakang. Teman-teman kelas Renjana sesekali memperhatikan Renjana dengan tatapan sinis. Vita, Gia dan Maya yang melihat itu langsung menghampiri Renjana.

Maya

Renjana, ayo duduk di sebelahku

Maya tersenyum dan menawarkan Renjana

Renjana

Ngga papa?

Maya mengangguk. Renjana dan Maya akhirnya duduk bersama Maya. Di sebelahnya sudah ada Vita dan Gia

Gia

Renjana hari ini bawa bekal ngga ni?

Gia tersenyum ke arahnya

Renjana

Bawa kok

Vita

Oke sip, makan bareng ya nanti

Renjana mengacungkan jempolnya dan mengangguk. Rena melihat Renjana sinis dan ia membuat ulah lagi.

Rena

Oh, jadi Renjana udah punya temen ni guys

Rena tersenyum sinis dan melirik Renjana. Teman satu kelas Renjana melihat ke arahnya dan menertawainya.

Teman 1

Alah, paling cuman ditemenin bentar doang. (beat) Habis itu ditinggal soalnya ga betah sama sifatnya yang pelit

Teman 1 tertawa dan melihat ke arah Vita, Maya dan Gia

Teman 2

Nah tuh pinter, kalo ngga. Ya palingan gegara mereka mau dapet nilai bagus. Iya ga si? Secara, (beat) Renjana kan pinter

Teman 2 menimpali dan tertawa di bangkunya

Teman 3

Udah deh, jangan ngurusin mereka. Kalain diem aja

Teman 3 berbicara sambil menatap tajam ke arah teman 1 dan teman 2

Teman 3

Kalian diem aja dan liat aja, palingan Renjaan cuman dijadiin bola pingpong. Dan kalo udah selesai, ujung-ujungnya dibuang

Teman 3 tertawa diikuti teman-teman kelas Renjana. Renjana yang melihat itu menitikkan air mata dan wajahnya seperti orang yang marah. Ia berjalan ke luar setelah mengepalkan kedua tangannya.

Maya

Brengsek! Diem kalian semua! Dasar ga punya hati!

Maya berkata lantang dan memperhatikan teman-temannya. Gia berjalan ke arah Rena.

Gia

Gue heran sama Lo. Lo tu kenapa si sebenernya? Suka banget cari masalah sama orang. Emangnya, (beat) hidup Lo ga ada masalah? Sampe lo bikin masalah sama orang biar keliatan kalo Lo ada masalah?

Gia menatap tajam Rena dan tersenyum sinis. Vita mengajak Gia dan dan mereka menenangkan Maya. Ketiganya berjalan ke luar kelas

CUT TO

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)