Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
SEMAPENG (SKRIP)
Suka
Favorit
Bagikan
9. 3. B. SEMAPENG

45. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016

CAST: RENJANA, MAYA, GIA, VITA, BU DITA, EXTRAS (YOGI/L(16THN), LILA)

Maya, Gia dan Vita bertukar pandangan satu sama lain di tempat duduk mereka.

Maya

Gia, Vita, kalian tadi ada yang tau ga? Kalo Renjana ada masalah?

Maya berkata lirih ke arah Vita dan Gia

Gia

Ngga tau Gue

Gia menggelengkan kepala

Vita

Wah, kalian ga tau? Makanya berangkatnya pagi-pagi dong

Vita kesal

SOUND EFFECT: bel berbunyi tanda masuk kelas

Pelajaran pertama dimulai. Bu Dita masuk ke kelas dengan tersenyum. Ia mengamati semua siswa yang duduk di kelas. Lalu pandangannya fokus kepada Renjana.

Bu Dita

Anak-anak, berapa jumlah siswa di sini?

Bu Dita tersenyum simpul

Syakila

30 Bu

Syakila menjawab sambil tersenyum

Bu Dita

Lalu kenapa teman kalian ada yang duduk sendirian?

Bu Dita melihat kepada semua siswa. Seluruh siswa pun melirik ke arah Renjana sekilas

Bu Dita

Apa kalian ada masalah?

Bu Dita bertanya dengan wajah sinis

Lia

Engga ada Bu

Lia tersenyum

Bu Dita

Masa? Ibu tidak yakin

Bu Dita tersenyum

Lia menyenggol Rena yang duduk di sebelahnya

Rena

Mending Lo diem!

Rena berkata lirih tapi tegas. Lia akhirnya diam, lalu Bu Dita mengamati Renjana yang berwajah datar.

Di tempat duduknya, Renjana beberapa kali menatap sinis ke arah Rena, Lia dan Syakila.

VO RENJANA: Kalian munafik sekali

Bu Dita

Baiklah anak-anak, karena saya adalah wali kelas kalian. Hari ini, kita sharing aja ya

Bu Dita mengambil kursi dan duduk di antara murid-muridnya

Bu Dita

Apakah kalian di sini ada masalah anak-anak? Apa ada yang memiliki masalah? Cerita aja gapapa

Bu Dita tersenyum. Renjana mengangkat tangannya tanpa ragu.

Bu Dita

Iya Renjana?

Bu Dita tersenyum melihat gadis itu

Renjana

Bu, di sini orangnya suka ghibah semua. Saya cuman pingin bilang ke mereka, kalo ada masalah sama saya. Mending ngomong aja langsung, jangan ghibah-ghibah

Renjana tersenyum

Bu Dita

Yaudah, di sini siapa yang biasanya ngomongin Renjana?

Siswa yang mendengar itu kemudian saling berbisik pelan. Ada yang hanya bungkam karena tidak mau jujur

Renjana

Yaudah, kalo ga ada yang mau jujur. Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan

Renjana berdiri dan meminta maaf di hadapan seluruh kelas

Yogi

Oh iya, aku juga ya

Yogi tersenyum

Lila

Oh iya, aku juga ya Renjana

Setelah itu semua selesai. Bu Dita tersenyum. Renjana pun lega walau ia masih cemas.

VO RENJANA: Gue ga yakin ini selesai.

Bu Dita

Nah, yaudah ya. Udah lega sekarang Bu Dita

Bu Dita tersenyum ragu dan menyiapkan materi kepada siswanya

Pelajaran berlangsung. Namun Renjana tetap duduk sendirian. Beberapa siswa dari kejauhan saling berbisik dan melirik Renjana dengan wajah sinis mereka.

Yogi

Heh, liaten a? Dia ada aja ya, suka nyari masalah

Yogi berkata lirih kepada teman sebangkunya

Lila

Lah iya itu, Dia udah pelit, suka nyari masalah mulu

Lila tersenyum mengejek.

Yogi

Paling gegara dia ga punya temen

Yogi tertawa pelan

Lila

Iya, biarin aja udah

Lila tertawa pelan dan emnepuk pundak Yogi

Yogi

Gimana si dia tuh? Temenmu i gimana lo Lil? Haha

Yogi tersenyum simpul

Lila

Loh, temenmu juga lah Yog

Lila menepuk pundak Yogi

Yogi

Dih, ogah banget

Yogi dan Lila tersenyum simpul

Tanpa disadari, Renjana mendengar hal itu. Dia mengepalkan tangan dan memutar bola matanya malas.

VO RENJANA: udah Gue tebak kan? Nyesel Gue ngomong ke guru soal ini

Renjana memutar bola matanya malas. Ia membuang nafasnya kasar.

CUT TO

46. INT - KELAS - SIANG HARI - 2016

CAST: RENJANA, RENA, MAYA, VIA, VITA, EXTRAS (TEMAN1/L, TEMAN 2/P, TEMAN 3/P)

ESTABLISH SHOT:

Suasana jam istirahat. Banyak siswa yang makan di kelas dengan gengnya masing-masing. Renjana berjalan ke luar kelas dengan wajah datarnya.

Teman 1

Wah, gila. Dia wajahnya datar banget

Teman 1 tersenyum simpul

Teman 2

Biarin aja, dia udah ga punya temen sekarang

Teman 2 tertawa

Rena

Hahaha, anak kaya dia. Siapa yang mau jadi temennya coba? Udah pelit, mukanya datar juga? Iya ga?

Rena tertawa bersama teman-temannya

Dari kejauhan, diam-diam Maya telah merekam perkataan teman-temannya di hpnya. Maya menyenggol pundak Vita.

Maya

Vit, keluar yuk, ajak Gia juga ya

Maya berbisik ke arah Vita dan Lia. Vita menyambungkannya ke Gia. Mereka bertiga akhirnya ke luar kelas

47. EXT - TAMAN - SIANG HARI - 2016

CAST: MAYA, GIA, VITA

Maya, Gia dan Vita duduk di taman.

Maya

Ada sesuatu yang penting, yang harus Gue omongin ke kalian

Maya menatap tajam ke arah Vita dan Gia

Gia

Apa?

Gia menyipitkan kedua matanya

Maya

Gue berhasil dapetin rekaman kalo Rena sama temen-teman tadi pada ngomongin soal Renjana

Maya berkata lirih sembari melihat keadaan sekitar untuk memastikan tidak ada orang

Gia

Serius? Wah, gila. Hebat juga Lo

Gia mengacungkan jempol sambil berkata lirih

Vita

Good Maya. Lo keren

Vita menambahi

Gia

Oke, biar aman. Kita semua harus punya rekaman ini

Gia tersenyum, Maya dan Vita akhirnya membuka hpnya masing-masing

CUT TO

48. EXT - LOTENG - SIANG HARI - 2016

CAST: RENJANA

Renjana duduk sembari menekuk lututnya. Ia menyalakan musik dan menatap sekitar dengan tatapan kosong.

MONTAGE:

Rena mengobrol dengan teman-temannya.

Rena

Hahaha, anak kaya dia. Siapa yang mau jadi temennya coba? Udah pelit, mukanya datar juga? Iya ga?

Rena tertawa bersama teman-temannya

CUT BACK TO

Renjana masih menatap dengan tatapan kosong. Detik selanjutnya, ia menangis dan menyembunyikan wajahnya.

VO RENJANA: Kalian semua terlalu munafik

FADE OUT

49. INT - KAMAR RENJANA - MALAM HARI - 2016

CAST: RENJANA, RAHMA

Renjana melihat buku gambarnya. Rambut Renjana kala itu tergerai. Ia menangis sembari mengerjakan soal yang ada di bukunya. Hal itu membuat bayangan Renjana kembali muncul. Bayangan itu sangat nyata bagi Renjana, hingga ia sulit membedakan. Apakah ini sekedar ilusi atau memang nyata.

Bayangan Renjana

Renjana, apa kamu mulai muak dengan semua ini?

Bayangan itu tersenyum paksa di samping Renjana

Renjana

Ya, aku muak. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Renjana menangis dan melempar bolpoin yang dia pegang. Gadis itu mengacak rambutnya

Bayangan Renjana

Renjana tenanglah, apapun yang telah dimulai pada akhirnya pasti berakhir

Bayangan Renjana masih tersenyum paksa. Dan itu membuat Renjana merasa ngeri

Renjana

Coba katakan padaku! Apa alasanku harus tenang?!

Renjana melotot kepada bayangan itu. Bayangan itu perlahan mulai berganti dan berubah wujud menjadi sosok Rena yang menyeringai dan menatap tajam ke arah Renjana. Ia menyembunyikan satu tangan di belakangnya. Seperti membawa sesuatu.

Bayangan Renjana

Renjana pelit! Hahahah! Kamu ga punya temen sekarang!

Bayangan itu tertawa jahat ke arah Renjana.

Renjana

Aaaaa... Pergiiiiii!!!!!

Renjana mengambil sebuah penggaris dan melemparkannya kepada bayangan itu.

Renjana

Pergiiii!!!!

Renjana berlari ke kasurnya sembari menangis. Ia gemetar dan menutup dirinya dengan selimut. Bayanan itu mendekati Renjana dengan tawanya yang jahat. Ia juga membawa pisau seolah-olah bermaksut membunuh Renjana

Renjana

Aaaaaaaaaa!!!?? Mamaaaaaaa!!!

Renjana melemparkan bantal ke arah bayangan itu.

SOUND EFFECT: Brak!! Suara pintu terbuka

Rahma membuka pintu dan berlari mendekati Renjana. Rahma menangis.

Rahma

Renjana, ada apa Nak?

Rahma memegang kedua tangan Renjana yang ketakutan. Renjana dengan gemetar memegang tangan Ibunya

Renjana

Ma.. ma.. Renjana takut Ma..

Renjana menangis ketakutan dan memeluk mamanya. Nafasnya terengah-engah seperti orang habis berlari jauh.

Rahma

Tenang Renjana, ini Mama

Rahma memeluk anaknya

Renjana

Tadi.. tadi.. ada yang mau bunuh Renjana Ma..

Renjana menunjuk ke arah kursinya dengan tangan gemetar. Ia berkata dengan tertatih-tatih

Rahma

Nak, kamu jangan mengada-ngada. Ngga ada siapa-siapa di sini

Rahma mengelus kepala Renjana pelan

Rahma

Sekarang Renjana tidur ya

Rahma kembali memeluk anaknya

Renjana

Jangan tinggalin Renjana Ma

Renjana menangis tersedu-sedu dan gemetar.

Rahma

Iya Nak, Mama bakal nemenin kamu tidur sekarang. Ayo tidur Renjana

Rahma memeluk anaknya dan mengelus kepala anaknya. Mereka tidur bersama

FADE OUT

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)