Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
34. INT - KELAS - SIANG HARI - 2016
CAST: RENJANA, MAYA, GIA, VITA
ESTABLISH SHOT:
Suasana kelas nampak sepi. Hanya ada Gia, Vita dan Maya yang duduk melingkar di kelas.
Maya
Gia, Lo liat kan? Gimana tadi Syakila ngehianatin si Renjana
Maya duduk bertopang dagu dan menatap tajam pada Gia
Gia
Iya May, bener kata-kata Lo. Lo emang pengamat yang baik, ga kaya Gue. Yang belum-belum udah ngira kalo Syakila baik
Gia balik menatap Maya
Vita
Eh temen-temen, terus? Gimana nasibnya Renjana ya?
Vita menunjukkan raut wajah cemasnya
Gia
Gue juga ngga tau ni. Jujur ya, Gue kasian, tapi
Gia menghentikan kata-katanya tatkala ia melihat Renjana memasuki kelas.
Gia
Tapi Gue laper. Beli makanan yuk
Gia mengisyaratkan teman-temannya
Vita
Wah, iya juga. Aduh, laper banget
Vita dan Maya akhirnya turun bersama dengan Gia
Renjana duduk dan menenangkan dirinya. Ia tetap memakai hedshet sambil membuka note di hp nya. Renjana menitikkan air matanya dan mengenai layar hpnya
FADE IN
35. INT - RUMAH RENJANA - SORE HARI - 2016
CAST: RENJANA, AYAH RENJANA, RAHMA
ESTABLISH SHOT:
Renjana memasuki rumahnya dan melihat Ibu dan Ayahnya menangis di ruang tamu
Renjana
Assala.. mu'alaikum
Renjana mengucap salam sembari masuk ke rumah
Renjana
A.. ada apa Bu? Kenapa Ayah menangis?
Renjana bertanya lirih kepada Ayah dan Ibunya
Rahma
Nak, kamu yang sabar ya
Rahma menghapus air matanya
Renjana
Ma.. maksutnya?
Renjana bertanya dengan suara lirih di hadapan Ibunya
Rahma
Ayah.. Ayahmu baru saja di phk
Rahma menangis dan memeluk anaknya. Renjana menangis di pelukan Ibunya
VO RENJANA: pa.. padahal hari ini.. Renjana mau minta pindah sekolah sama Ayah, tapi kenapa malah gini? (Batinnya terasa sesak).
Renjana
Ayah... Ayah yang sabar ya
Renjana melepas pelukan Ibunya dan beralih ke Ayahnya. Ia memeluk Ayahnya
Ayah Renjana
Kamu yang sabar ya Nak, Ayah pasti dapat kerjaan lagi nanti
Ayah Renjana menghapus air mata anaknya
Renjana
Renjana mau masuk dulu ke kamar ya
Renjana melangkah lemas ke kamarnya
FADE IN
36. INT - KAMAR RENJANA - MALAM HARI - 2016
CAST: RENJANA
Jarum jam berdenting menunjukkan pukul 10 malam. Renjana menangis di kasur dengan suara lirih dan menekuk kedua lututnya. Ia mengacak-acak rambutnya
MONTAGE: Rena mencibir Renjana
Rena (O.S)
Yaudah si, biarin aja. Dia kalo pelit kaya gitu, ya dia sendiri yang ga bakal punya temen. Ya ga?
Rena tertawa
CUT BACK TO
Renjana menangis dan mengacak rambutnya sendiri
VO RENJANA: Harusnya Gue ga pernah sekolah di sana
ESTABLISH SHOT: Renjana frustasi dan menangis lagi. Ia memukulkan tangannya ke dinding kamarnya sebagai pelampiasannya marah. Ia juga membanting bantalnya dan memeluk gulingnya. Renjana tertidur pulas karena ia lelah menangis
FADE OUT
37. INT - KAMAR RENJANA - PAGU HARI - 2016
CAST: RENJANA, RAHMA
Renjana terbangun dari tidurnya. Ia mengucek kedua matanya dan seperti biasa berkaca di kamarnya
Renjana
Mataku gini amat
Renjana tersenyum simpul dan memegang matanya yang bengkak dan menghitam
Rahma (O.S)
Renjana, Ibu udah nyiapin makanan kesukaan kamu. Cepet mandi ya sayang
Renjana tersenyum simpul dan melirik sekilas ke arah pintu
Renjana
Iya
Renjana meenjawab singkat dan langsung membereskan kamarnya
FADE OUT
ESTABLISH SHOT: kita lihat sebuah foto Renjana tersenyum
VO RENJANA: Yah, dari kejadian itu. Aku tau, bahwa apa yang terlihat baik belum tentu benar-benar baik
CLOSE UP: Foto Renjana perlahan retak
CUT TO
38. INT - LOTENG SEKOLAH - SIANG HARI - 2016
CAST: RENJANA, DEVAN, MAYA, GIA, VITA
Renjana duduk diam dan mendengarkan musik dengan headshetnya. Devan dari kejauhan datang dan menghampiri Renjana. Renjana membuang muka tatkala Devan menghampirinya
Devan
Renja-
Devan mencoba bersalaman dengan Renjana. Namun Renjana menepis tangan Devan
Renjana
Gue udah bilang kan? Jangan deketin Gue!
Renjana berteriak frustasi
Devan
Renjana, Gue ngerti perasaan Lo gimana! Tapi plis dengerin Gue sekali aja
Devan memohon di hadapan Renjana. Namun Renjana malah memukul dan menendang kaki Devan. Devan pun jatuh
Renjana
Pergi!!!
Renjana menangis sambil berteriak. Devan bangkit berdiri dan memeluk Renjana
Renjana
Pergi!!! Gue males sama kalian semua!!! Munafiiiikkkk
Renjana menangis di pelukan Devan. Ia memukul-mukul Devan dengan sisa tenaganya. Devan menenangkan gadis itu
Devan
Renjana tenang, Gue tau Lo sakit. Karena Gue pernah di posisi Lo
Devan menahan Isak tangisnya
Renjana
Kenapa?! Kenapa harus Gue yang jadi korban?! Kenapaaaaa?!
Renjana lagi-lagi memukul Devan
Devan
Hsssttt ... Tenang Renjana tenang
Renjana mulai tenang, ia menghembuskan nafasnya beberapa kali agar nafasnya teratur.
Devan
Dengerin aku Renjana
Devan melepas pelukannya. Ia memperhatikan kedua mata Renjana yang bengkak
Devan
Aku janji bakal jadi temenmu. Dan sebagai gantinya, kalo aku bohong. Kamu boleh benci ke aku Renjana.
Devan mengangkat jari kelingkingnya. Renjana dengan ragu-ragu mengangkat jari kelingkingnya
Renjana
A.. aku punya temen kan se.. sekarang?
Ia menangis sembari tersenyum. Badannya gemetar. Detik selanjutnya ia tersenyum bahagia meskipun menangis
INSERT: Maya, Vita dan Gia diam-diam mengamati Devan dan Renjana. Mereka bertiga menitikkan air matan dan akhirnya pergi dari loteng
CUT TO
39. INT - KELAS - SIANG HARI - 2016
CAST: MAYA, GIA, VITA
EATABLISH SHOT:
Suasana kelas nampak sepi. Maya, Vita dan Gia seperti biasa duduk melingkar.
Maya
Gue ga nyangka, sikap Syakila, Lia sama Rena bisa bikin Renjana jadi kaya gitu
Maya menunduk lesu
Gia
Gue juga ga nyangka. Dia.. dia kaya orang gil-
Gia hampir saja melanjutkan kata-katanya namun mulutnya dibungkam Vita
Vita
Astaghfirullah, dia ngga gila Gia. Dia itu frustasi
Vita berbicara pelan dengan raut wajah cemas
Gia
Itu maksut Gue
Gia memutar bola matanya dan membuang nafasnya kasar.
Gia
Sekarang kita harus gimana? Renjana itu tetep temen kita Lo
Gia mengelap mukanya sendiri
Vita
Kita wajib bantuin dia Gia
Vita berkata tegas namun lirih sambil menatap Gia dan Maya
Maya
Jangan langsung ambil keputusan. (beat). Kalian harus mikirin resikonya. (beat) Kalo kita deket sama Renjana secara langsung, pasti Syakila, Lia sama Rena curiga. (beat) Dan kalo pun kita mau deket sama Renjana, dia belum tentu mau. Karena dia trauma sama temen sekelasnya sendiri
Maya menatap tajam ke arah Gia dan Vita
Vita
Ih, Maya kok encer banget si. Segitu banget mikirnya, dalem banget gitu pokoknya
Vita menatap kagum
Gia
Terus, kita harus gimana Maya? Kita bertiga juga ngerasa tanggung jawab karena dia temen kita
Vita
Kalo kita ga bisa deketin Renjana, kenapa kita ga deketin Lia, Rena sama Syakila aja. Kalo mereka bisa pura-pura baik sama orang, kenapa kita engga? Gimana?
Vita tersenyum kepada mereka berdua
Maya
Wah, tumben kamu mikirnya bisa pas gitu. Tos dulu, kita sepemikiran Vita
Maya tersenyum. Merek berdua tos bersamaan
Gia
Dih, temenan sama anak yang munafik kek gitu? Amit-amit ya. Gue ga mau persahabatan kita sampe rusak gegara nanti kita ada masalah
Gia mengelak
Maya
Kita ga bakal deketin mereka. Kita bakal ngintai mereka. Gimana? Asik kan? Semacam detektif gitu
Vita tersenyum gembira
Vita
Wah, boleh juga tuh idenya
Vita tersenyum
Gia
Nanti kita harus temenan sama Devan juga, jadi kita bisa tau keadaan Renjana kaya gimana
Gia tersenyum
Maya dan Vita mengangguk pelan tanda setuju
CUT TO