Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
SEMAPENG (SKRIP)
Suka
Favorit
Bagikan
13. 4. B. Wali kelas dan Social Punishment

59. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016

CAST: RENJANA, EXTRAS (TEMAN-TEMAN), BU LAILA

Renjana duduk di kelasnya dan seperti biasa mendengarkan materi pembelajaran. Ia duduk di bangku paling belakang. Renjana duduk bertopang dagu sambil melamun.

MONTAGE: Renjana membaca isi pesan dari Bu Dita

CUT BACK TO

Renjana menatap sekitar dengan wajah malas. Bu Laila yang memperhatikan Renjana menegurnya.

Bu Laila

Renjana! Tolong fokus ke pembelajaran saya!

Bu Laila memperhatikan Renjana dengan tatapan tajam. Renjana tersadar dari lamunannya. Ia menghadap Bu Laila dan ia dilihat oleh teman-temannya

Renjana

Baik Bu

Renjana menjawab dengan santai. Pelajaran kembali berlanjut seperti biasa

Bu Laila

Baik anak-anak, buka catatan kalian dan catat materi saya

Bu Laila menginteruksi. Ia mengambil spidol dan langsung menulis materi di papan tulisnya. Renjana menulis semua materi yang ada di papan tulis

CUT TO

60. INT - KELAS - PAGI HARI - 2016

CAST: RENJANA, BU DITA, MAYA, VITA, GIA, MAYA, DEVAN, RENA, SYAKILA, LIA

Tepat saat jam istirahat, Bu Dita masuk ke dalam kelas dan duduk di sebelah Renjana. Renjana yang melihat Bu Dita menyalami beliau.

Bu Dita

Gimana kabarmu?

Bu Dita tersenyum

Renjana

Baik

Renjana tersenyum paksa

VO RENJANA: kenapa firasatku jelek?

Bu Dita

Renjana, Ibu di sini mau membahas masalahmu sama temen-temen kelasmu

Bu Dita memperhatikan kedua matanya sambil tersenyum

Renjana

Kenapa?

Renjana tersenyum. Seolah ada harapan baru untuk bisa membantunya

Bu Dita

Kamu sama temen-temen kamu itu ada masalah apa?

Bu Dita tersenyum ke arah Renjana

Renjana

Ya, mereka biasanya suka nggibah sama bully Renjana Bu. Sejak awal Renjana sekolah di sini, itu yang bikin Renjana bermasalah

Renjana mengatakannya dengan suara lirih sembari memperhatikan sekitar

Bu Dita

Hem.. siapa yang kamu pikir biasanya suka nggibahin?

Renjana yang mendengar hal itu terdiam untuk beberapa saat

Renjana

Ya banyak Bu. Lebih dari 5 orang

Renjana berkata dengan tegas

Bu Dita

Biasanya, kalo banyak orang yang ngga suka. (beat) Itu berarti kamu yang harus instropeksi. Kecuali, kalo cuman 1 atau dua orang yang ngga suka sama kamu. Berarti, mereka yang memang memiliki masalah dan harus instropeksi

Bu Dita menjelaskan dengan tersenyum mengejek. Renjana yang mendengar hal itu berubah raut wajah. Ia kembali menunjukkan raut wajah datarnya.

VO RENJANA: apakah mayoritas selalu berkuasa dan minoritas selalu tertindas?

Bu Dita

Lagipula Renjana, saya sering lihat kalo kamu sendirian apalagi ketika upacara belum dimulai. Kamu bahkan ngga kumpul sama temen-temenmu dan milih duduk di camp buat anak yang sakit

Bu Dita tersenyum seakan dirinya telah memenangkan percakapan ini. Renjana yang mendengarnya hanya diam dan mendengarkan.

Bu Dita

Makanya, saya kalo nyebut. Social Punishment Renjana, apa kamu tau? Social Punishment itu adalah hukuman buat seseorang yang berkaitan dengan kehidupan sosial mereka. Bisa jadi orang itu dijauhi, ngga disukai dan diasingkan

Bu Dita kembali menjelaskan kepada Renjana. Renjana yang mendengarnya hanya diam. Ia beberapa kali mengambil nafasnya dan menahan amarahnya. Diam-diam Renjana mengepalkan kedua tangannya.

Bu Dita

Tolong kamu pikirkan kembali ya, soal sikapmu. Saya keluar dulu, selamat istirahat

Bu Dita berjalan ke luar kelas dengan tersenyum licik. Renjana yang melihat wali kelasnya merasa muak jika harus berhadapan dengan orang itu. Tanpa Renjana dan Bu Dita sadari, di luar sudah ada Maya, Vita, Gia, Rena, Syakila, Lia dan Devan.

Rena

Jadi, gimana kejutannya? Suka?

Rena mengejek Maya, Vita dan Gia

Lia

Suka dong pastinya

Lia tertawa dan menepuk pundak Rena

Lia

Tapi gatau lagi ya, kalo mereka gimana

Lia tersenyum puas dan bertepuk tangan kepada Rena. Di satu sisi, Syakila juga ikut tersenyum, namun ia tersenyum ragu. Maya diam-diam memperhatikan sekilas Syakila yang tersenyum ragu.

Syakila

Hahahaha... Yaudahlah ya, seenggaknya kita udah ngasih tau. Yuk guys, cus pergi

Syakila menepuk pundak kedua temannya yang berdiri

Lia

Iya nih, Gue udah laper banget soalnya

Lia tersenyum puas. Rena, Lia dan Syakila berjalan melewati Maya dan teman-temannya yang hanya diam membisu

Devan

Lo semua emang ga punya hati dasar!

Devan hampir saja menampar pipi Lia, namun ditahan oleh Syakila. Mereka berdua bertatapan tajam. Maya memperhatikan bagaimana Syakila sekilas menunjukkan wajah cemasnya terhadap Devan.

Rena

Kenapa? Lo mau nampar Gue? Maaf ya Dev, Gue terlalu suci dan ga pantes dapet tamparan dari Lo

Rena mengumpat Devan dan pergi meninggalkannya seketika bersama Lia. Syakila akhirnya menyusul. Devan menurunkan tangannya

Gia

Sekarang, kita harus gimana?

Gia menatap teman-temannya dengan wajah cemas.

Vita

Kita harus temuin Renjana

Vita berkata dengan tegas

Maya

Jangan Vit, dia butuh sendiri

Maya menegaskan kepada Vita. Vita dan Gia hanya mengangguk pelan. Namun mereka saling berpandangan dengan wajah cemas. Sedangkan Devan langsung pergi tanpa sepatah kata

CUT TO

61. EXT - LORONG MENUJU KE KELAS - SORE HARI - 2016

CAST: DEVAN, SYAKILA, GIA

Keadaan lorong sekolah nampak sepi. Hanya ada Devan dan Syakila yang berdiri berhadapan.

Devan

Kila, kenapa sikap Lo akhir-akhir ini kaya gini?

Devan berbicara dengan nada datar

Syakila

Nggapapa Dev, (beat) hidup terkadang maksa kita buat ngelakuin hal yang ga kita suka kan?

Syakila berkata sambil tersenyum simpul

Devan

Lo bener, emangnya? Lo ada masalah apa?

Devan bertanya kepada Syakila dengan cemas

Syakila

Lo tau kan? Ayah Gue kerja sebagai pembantu kan? Dan, Lo udah tau siapa bosnya kan? Jadi, Gue ga bisa apa-apa

INSERT

MONTAGE:

Rena dan Syakila berdiri di sebuah rumah besar. Seorang bapak tua sedang mencabuti rumput liar di taman rumah itu. Sesekali ia mengelap keringatnya yang bercucuran.

Rena

Syakila, Lo liat bokap Lo. Rajin banget ya dia

Rena tersenyum sinis ke arah bapak itu. Syakila diam-diam mengamati bapak itu dari kejauhan.

VO SYAKILA: Pak, tunggu Syakila sampai lulus ya Pak. Biar Syakila yang kerja

Syakila tersenyum dengan wajahnya berkaca-kaca

CUT BACK TO

Devan

Syakila, kapan Lo mau lepas dari orang kaya dia?

Devan menatap wajah Syakila

Syakila

Maaf, Gue ga bisa. Seenggaknya Sampek Gue lulus dari sekolah ini Dev

Syakila berkata tegas ke arah Devan.

Devan

Dan Lo mau liat gadis kaya dia terus menderita? Lo gila Syakila!

Devan mengamati Syakila sambil menahan amarahnya

Syakila

Gue ga peduli Dev, kalo itu demi kebaikan bokap Gue dan keluarga Gue. Gue bakal lakuin apapun Dev!

Syakila memberontak marah, sedangkan Devan hanya diam dan meninggalkan Syakila sendirian. Saat Devan pergi, mereka berdua tak menyadari bahwa Gia mendengarkan pembicaraan mereka berdua.

Gia menitikkan air matanya, ia selama ini ternyata benar. Dia menutup mulutnya sendiri dan tertunduk lesu sambil berjalan pulang

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)