Cuplikan Chapter ini
Pintu kayu yang sudah lapuk itu berderit terbuka menyingkap sosok Santi yang berdiri tegak di ambang fajar Di belakangnya Ibu berdiri dengan tangan gemetar yang mencengkeram bahu putrinya matanya menatap kosong ke arah halaman yang kini disesaki monster besi Raungan mesin ekskavator membelah kesunyian pagi memuntahkan asap hitam yang menyesakkan dada dan menggetarkan kaca-kaca jendela yang sudah retakKeluar Santi Sudah cukup drama ini teriak Budi dari balik pagar seng Suaranya para