Cuplikan Chapter ini
Santi menggenggam linggis itu erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih dan terasa kaku Napasnya memburu menguap tipis di udara malam yang dingin Di sampingnya Ibu masih terlelap sama sekali tidak terganggu oleh badai yang sedang mengoyak fondasi keluarga mereka Santi sudah siap Jika polisi itu datang jika orang suruhan Harun mendobrak pintu ia akan berdiri di depan kamar Ibu Ia tidak akan membiarkan siapa pun melintasi ambang pintu iniNamun alih-alih raungan sirine atau dobraka