Cuplikan Chapter ini
Sinar lampu senter itu menghantam wajah Santi membutakannya seketika Ia menyipitkan mata melindungi pandangannya dengan telapak tangan yang berlumuran lumpur hitam Jantungnya berdegup kencang seolah-olah ingin melompat keluar dari dadanya yang sesakSiapa di sana Mbak Santi Suara itu berat dan kasar namun ada nada ragu di dalamnyaSanti menurunkan tangannya perlahan Di depannya berdiri seorang pria berseragam safari gelap memegang payung besar dan tongkat pemukul Itu salah satu ora