Cuplikan Chapter ini
Ujung pena itu nyaris menyentuh permukaan kertas yang putih bersih Tangan Ibu bergetar hebat membuat mata pena berbahan logam itu menari-nari tanpa arah di atas materai Di sampingnya Budi menekan bahu Ibu dengan telapak tangan yang lebar seolah sedang memberikan dukungan namun Santi tahu itu adalah tekanan yang memaksaJangan Bu Jangan tanda tangan teriak Santi lagi suaranya parau karena amarah yang tersangkut di tenggorokanDiam kamu Santi Mas sedang bicara baik-baik sama Ibu be