Cuplikan Chapter ini
Cahaya fajar menyelinap masuk melalui celah-celah genteng yang retak membawa warna abu-abu yang suram ke dalam loteng yang pengap Santi terbangun dengan leher kaku dan punggung yang terasa seolah baru saja dipukuli Sepanjang malam ia meringkuk di antara tumpukan barang lama memeluk buku catatan dan sketsa Ayah seolah benda itu adalah nyawa terakhirnya Di bawah suara palu yang menghantam tiang-tiang pagar seng terdengar ritmis setiap ketukannya terasa seperti paku yang dihujamkan ke jan