Cuplikan Chapter ini
Bapak Harun melangkah melewati ambang pintu dengan keanggunan seorang predator yang baru saja memenangkan wilayah buruan Di belakangnya Pak RT mengikuti dengan langkah berat matanya tertuju pada lantai tegel seolah-olah ada noda memalukan yang sedang ia pelajari di sana Udara di ruang tamu yang biasanya beraroma kayu tua dan bedak Ibu mendadak berubah menjadi tajam berbau bensin dan kertas dokumen yang dinginMbak Santi saya membawa Pak RT hanya untuk memastikan bahwa semuanya transpar