Cuplikan Chapter ini
Santi menarik benda itu perlahan Logam dingin itu terasa berat dan berkarat di sela jemarinya Sebuah kunci kuno dengan lilitan kawat tembaga yang sudah menghitam Tanpa membuang waktu ia menyelipkan kunci itu ke dalam saku dasternya terkubur jauh di balik lipatan kain Jantungnya berdegup kencang saat langkah kaki berat mendekat ke arah kamar IbuWaktunya habis San suara Budi terdengar dari ambang pintu Mas tidak bercanda soal tim keamanan Pilihannya sekarang kita bicara baik-baik di