Cuplikan Chapter ini
Santi terpaku di bawah bayangan pohon mangga yang besar Cahaya layar ponselnya terasa begitu menyilaukan di tengah kegelapan halaman belakang Pesan dari nomor misterius itu seolah membakar pupil matanya Jangan cari di tanah kalau kau belum melihat apa yang ada di balik dinding kamar IbuIa menoleh ke arah jendela kamar Ibu yang tertutup rapat Di dalam sana Ibu mungkin sedang terjebak dalam mimpinya sendiri atau mungkin sedang menunggu rahasia itu terungkap Siapa yang mengirim pesan ini