Cuplikan Chapter ini
Santi berdiri mematung dengan patok kayu merah yang sudah patah di tangan kanannya Lumpur hitam mengotori ujung dasternya namun tatapannya tetap menghujam ke arah Bapak Harun yang berdiri di depan gerbang Di belakang Harun Budi dan Rina tampak pucat seolah tertangkap basah sedang membiarkan pencuri masuk ke halaman rumah sendiriMbak Santi Anda baru saja merusak properti milik PT Griya Jaya ujar Harun dengan suara yang sangat tenang namun nada bicaranya mengandung ancaman yang dingin