Cuplikan Chapter ini
Srak Srak Mata sekop itu menghunjam bumi dengan irama yang parau seolah-olah sedang mencungkil rahasia dari jantung dunia yang bisu Di tengah kegelapan yang pekat hanya ditemani oleh rintik gerimis yang tersisa Santi terus mengayunkan lengannya yang mulai terasa kaku dan gemetar Lumpur hitam sudah mengotori daster dan jaketnya meresap ke dalam pori-pori kulit namun ia tidak peduli Rasa dingin yang menusuk tulang kalah oleh api yang berkobar di dalam dadanyaSetiap kali logam sekop i