Cuplikan Chapter ini
Santi menahan napas jemarinya yang dingin meremas kain daster tempat kotak musik dan sobekan surat itu disembunyikan Bunyi denting terakhir dari penari balerina itu masih terngiang di telinganya seperti sebuah peringatan yang bergema dari dunia lain Dengan jantung yang berdegup kencang ia melangkah menuju pintu depan menarik selot kayu yang sudah mulai longgarPintu berderit pelan Di ambang pintu Pak RT berdiri dengan bahu yang merosot Wajahnya tampak pucat di bawah sisa cahaya rembu