Cuplikan Chapter ini
Santi berjalan gontai memasuki halaman rumahnya saat semburat jingga di langit mulai meredup berganti dengan warna ungu kelabu yang menyedihkan Langkahnya terasa berat bukan hanya karena lelah setelah seharian mencari keberadaan Pak Iswanto di Dusun Geneng yang ternyata nihilpria itu sudah pindah seminggu lalutapi juga karena bayangan jip hitam Bapak Harun yang terus menghantuinya Besok pagi rumah ini akan diratakan Waktu benar-benar sudah habisPagar seng yang mengelilingi rumahnya t