Cuplikan Chapter ini
Keheningan turun sesaat setelah gema kata-kata Kael memudar Langit Limbus Reveria terasa berat dua semesta di atas mereka membeku putih dan merah bagai napas yang tertahanBayangan Kael tidak langsung bicara Wajahnya meneganglalu perlahan menyeringai Tapi senyum itu bukan lagi tanda kepercayaan diri melainkan sesuatu yang lebih rapuh lebih takutKeparat kau kauSuara itu bergetar lalu berubah menjadi raungan seratus iblis yang tumpang tindihBerani-beraninya kau berbicara