Cuplikan Chapter ini
Lorongnya terus berubah gumamnya pelan nyaris tidak terdengar merasakan pergeseran aneh dari suara batu yang seolah bergeser sendiri bergemuruh pelannamun jelas bukan suara alam biasaTak lama setelah gema terakhir itu lenyap lorong yang tadinya sempit mulai melebar seolah meregangkan dirinya sendiriKebenaran menyesuaikan diri dengan siapa pun yang melangkah di dalamnyaSesaat kemudian Kael akhirnya tiba di ujung lorong Cahaya samar menyambutnya dan langkah Kael melambatDindi