Cuplikan Chapter ini
Udara di dalam bar klasik itu semakin dipenuhi gema samar seolah suara tawa dan denting gelas dari masa lalu menolak mati Kael hanya duduk diam di kursi kayu yang dingin tubuhnya condong sedikit ke depan mata tajamnya masih menatap kosong ke meja bundar tempat kelima sosok berjubah hitam itu berkumpulPria tua dengan janggut abu-abu yang suaranya berat namun bergetar membuka kalimat lebih pelan kali iniKalian semua tahu ada alasan kenapa rencana kita gagal di utara Bukan sekadar kar